Tren Bisnis Kopi dan Perkembangannya

Perkembangan tren kopi di Indonesia berlangsung cukup pesat selama beberapa waktu belakangan ini. Lebih dari sekadar aktivitas, minum kopi sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.

Bahkan saat ini kopi tidak lagi hanya untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga menjadi teman setia saat nongkrong dengan teman atau sambil kerja. Menariknya, walaupun mungkin baru membeludak 1-2 tahun terakhir ini, sebetulnya tren bisnis kopi sudah dimulai sejak tahun 2014.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang pemerhati gaya hidup dan makanan, Kevindra Soemantri, seperti yang dikutip dari Kompas.com. Peningkatan konsumsi kopi ini diikuti juga dengan kebiasaan nongkrong di kedai kopi.

Saat ini, Anda bisa dengan mudah menemukan kedai kopi di berbagai kota di Indonesia. Tidak mengherankan kalau tren bisnis kopi terus meningkat.

BISNIS KOPI DIPREDIKSI MASIH AKAN TERUS BERKEMBANG

Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pada 2016 lalu saja, konsumsi kopi nasional sudah mencapai 249.800 ton. Menginjak tahun 2018, jumlah tersebut meningkat hingga 314.400 ton.

Tingginya tingkat konsumsi pun memberikan dampak pada bisnis kopi di Indonesia. Dikutip dari Bisnis.com, bisnis kedai kopi di Indonesia diprediksi akan mencapai angka 15% – 20%. Angka ini naik kalau dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya mencapai 8% – 10%.

Hebatnya, walaupun angka pada tren bisnis kopi sudah cukup tinggi, angka tersebut diprediksi masih akan terus naik. Pada tahun 2021 nanti, konsumsi kopi diprediksi bakal mencapai angka 370.000 ton.

TREN BISNIS KOPI YANG SUKSES DAPAT INVESTOR

Perkembangan bisnis kopi yang begitu pesat membuat banyak investor dan perusahaan ventura tertarik untuk berinvestasi pada kedai kopi. Sudah sejak tiga tahun terakhir ini, para investor menyuntikkan dana mereka ke berbagai kedai kopi.

Hal ini dianggap cukup mengejutkan mengingat selama ini kebanyakan investor hanya memberikan dana ke startup di bidang teknologi. 

Pada Januari 2019 lalu, ada dua brand kopi lokal yang mendapatkan dana investasi sebesar 8,5 juta USD atau sekitar Rp127 miliar dari Agaeti Venture Capital, SMDV, Insignia Ventures Partners, East Ventures, dan Pavilion Capital, serta 20 juta USD atau sekitar Rp288 miliar dari Sequoia India.

Investasi tersebut membuat dua brand kopi lokal ini semakin rajin membuka gerai baru dan ekspansi dengan sangat cepat.

Sedangkan bagi pengusaha kopi lainnya, keberhasilan dua brand kopi lokal ini meraih investasi membuka pasar bagi mereka. Artinya, brand lokal lain juga berpotensi dilirik oleh investor besar apabila memang memiliki bisnis yang menarik.

Investasi ini bisa membuat pengusaha lokal membuka lebih banyak gerai dan berekspansi semakin cepat di seluruh Indonesia.

RAGAM IDE BISNIS KOPI

Melihat tren kedai kopi kekinian yang melejit, Anda mungkin tergiur untuk memulai dan menggeluti bisnis satu ini. Namun, selain ide bisnis ini, masih ada pula ide bisnis lain yang berkaitan dengan kopi dan bisa Anda pertimbangkan, yaitu:

JUAL BIJI KOPI

Bisnis kopi satu ini membutuhkan koneksi dengan petani kopi, pabrik kopi, dan roaster. Anda bisa membeli biji kopi dari mereka, tentunya dengan harga lebih murah karena langsung dari tangan pertama. Lalu, Anda dapat menjual kembali biji kopi tersebut ke kedai-kedai kopi atau me-rebrand-nya kembali.

COLD BREW

Cold brew adalah teknik menyeduh kopi dengan air bersuhu ruang atau dingin selama kurang lebih 12-24 jam. Tidak perlu membangun kedai kopi, Anda hanya butuh alat khusus cold brew atau cold drip. Sajikan dalam botol dengan desain menarik, lalu pasarkan melalui media sosial.

GEROBAK KOPI

Di Indonesia, usaha gerobak kopi keliling sepertinya masih belum terlalu populer. Hal ini bisa menjadi peluang bagi Anda untuk membuka pasar dan menjadi pioneer.

Kebanyakan gerobak kopi pun biasanya hanya menjual kopi kemasan. Anda bisa menawarkan es kopi kekinian dan berbagai menu lain dengan menjalani usaha starling atau gerobak kopi keliling.

Tren bisnis kopi memang sangat menarik untuk digeluti. Namun, mengingat ada begitu banyak kompetitor, penting bagi Anda untuk mengamati tren ini dan melihat peluang Anda. Semoga berhasil!

SUMBER: gobiz.com

Tren Bisnis Kopi dan Perkembangannya

Tren Bisnis Kopi dan Perkembangannya

0 ulasan
Masukan Jumlah :
Cek Ongkos Kirim
Pengiriman
Tujuan Pengiriman

Formulir WhatsApp ×

Tren Bisnis Kopi dan Perkembangannya

Tren Bisnis Kopi dan Perkembangannya

Harga :
Ongkos Kirim :




Kirim

Baca selengkapnya

0 Feedback

Perkembangan tren kopi di Indonesia berlangsung cukup pesat selama beberapa waktu belakangan ini. Lebih dari sekadar aktivitas, minum kopi sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.

Bahkan saat ini kopi tidak lagi hanya untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga menjadi teman setia saat nongkrong dengan teman atau sambil kerja. Menariknya, walaupun mungkin baru membeludak 1-2 tahun terakhir ini, sebetulnya tren bisnis kopi sudah dimulai sejak tahun 2014.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang pemerhati gaya hidup dan makanan, Kevindra Soemantri, seperti yang dikutip dari Kompas.com. Peningkatan konsumsi kopi ini diikuti juga dengan kebiasaan nongkrong di kedai kopi.

Saat ini, Anda bisa dengan mudah menemukan kedai kopi di berbagai kota di Indonesia. Tidak mengherankan kalau tren bisnis kopi terus meningkat.

BISNIS KOPI DIPREDIKSI MASIH AKAN TERUS BERKEMBANG

Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pada 2016 lalu saja, konsumsi kopi nasional sudah mencapai 249.800 ton. Menginjak tahun 2018, jumlah tersebut meningkat hingga 314.400 ton.

Tingginya tingkat konsumsi pun memberikan dampak pada bisnis kopi di Indonesia. Dikutip dari Bisnis.com, bisnis kedai kopi di Indonesia diprediksi akan mencapai angka 15% – 20%. Angka ini naik kalau dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya mencapai 8% – 10%.

Hebatnya, walaupun angka pada tren bisnis kopi sudah cukup tinggi, angka tersebut diprediksi masih akan terus naik. Pada tahun 2021 nanti, konsumsi kopi diprediksi bakal mencapai angka 370.000 ton.

TREN BISNIS KOPI YANG SUKSES DAPAT INVESTOR

Perkembangan bisnis kopi yang begitu pesat membuat banyak investor dan perusahaan ventura tertarik untuk berinvestasi pada kedai kopi. Sudah sejak tiga tahun terakhir ini, para investor menyuntikkan dana mereka ke berbagai kedai kopi.

Hal ini dianggap cukup mengejutkan mengingat selama ini kebanyakan investor hanya memberikan dana ke startup di bidang teknologi. 

Pada Januari 2019 lalu, ada dua brand kopi lokal yang mendapatkan dana investasi sebesar 8,5 juta USD atau sekitar Rp127 miliar dari Agaeti Venture Capital, SMDV, Insignia Ventures Partners, East Ventures, dan Pavilion Capital, serta 20 juta USD atau sekitar Rp288 miliar dari Sequoia India.

Investasi tersebut membuat dua brand kopi lokal ini semakin rajin membuka gerai baru dan ekspansi dengan sangat cepat.

Sedangkan bagi pengusaha kopi lainnya, keberhasilan dua brand kopi lokal ini meraih investasi membuka pasar bagi mereka. Artinya, brand lokal lain juga berpotensi dilirik oleh investor besar apabila memang memiliki bisnis yang menarik.

Investasi ini bisa membuat pengusaha lokal membuka lebih banyak gerai dan berekspansi semakin cepat di seluruh Indonesia.

RAGAM IDE BISNIS KOPI

Melihat tren kedai kopi kekinian yang melejit, Anda mungkin tergiur untuk memulai dan menggeluti bisnis satu ini. Namun, selain ide bisnis ini, masih ada pula ide bisnis lain yang berkaitan dengan kopi dan bisa Anda pertimbangkan, yaitu:

JUAL BIJI KOPI

Bisnis kopi satu ini membutuhkan koneksi dengan petani kopi, pabrik kopi, dan roaster. Anda bisa membeli biji kopi dari mereka, tentunya dengan harga lebih murah karena langsung dari tangan pertama. Lalu, Anda dapat menjual kembali biji kopi tersebut ke kedai-kedai kopi atau me-rebrand-nya kembali.

COLD BREW

Cold brew adalah teknik menyeduh kopi dengan air bersuhu ruang atau dingin selama kurang lebih 12-24 jam. Tidak perlu membangun kedai kopi, Anda hanya butuh alat khusus cold brew atau cold drip. Sajikan dalam botol dengan desain menarik, lalu pasarkan melalui media sosial.

GEROBAK KOPI

Di Indonesia, usaha gerobak kopi keliling sepertinya masih belum terlalu populer. Hal ini bisa menjadi peluang bagi Anda untuk membuka pasar dan menjadi pioneer.

Kebanyakan gerobak kopi pun biasanya hanya menjual kopi kemasan. Anda bisa menawarkan es kopi kekinian dan berbagai menu lain dengan menjalani usaha starling atau gerobak kopi keliling.

Tren bisnis kopi memang sangat menarik untuk digeluti. Namun, mengingat ada begitu banyak kompetitor, penting bagi Anda untuk mengamati tren ini dan melihat peluang Anda. Semoga berhasil!

SUMBER: gobiz.com

0 Feedback